Bandung
Sekitar 3 bulan yang lalu, sekolah kami mengadakan karya wisata ke Bandung. Pada tepatnya pada tanggal 13-14 Januari 2023.
Malam sebelum keberangkatan, gua berbelanja keperluan di Indomaret dengan segala kegelisahan serta rasa excited. Gua beli antimo, ya karena tau kalau satu bis dengan orang-orang yang engga gua kenal dan tetap terjaga bukan sesuatu yang nyaman. Subuhnya gua siap-siap dan langsung on the way untuk jemput Septi dulu. Sedihnya, gua tidak sebis dengan teman-teman dekat gua.
Selama perjalan gua sangat terganggu dengan suasana yang ada di bis. Dan gua memutuskan untuk mendengarkan lagu saja. Pada saat itu gua sedang tergila-gilanya dengan lagu Variasi Pink by Jason Ranti. Saking berisiknya bis gua, gua menggunakan earphone dengan volume full mentok saja masih berisik. GAK HABIS PIKIR. Ketika kita sampai di rest area 57, gua liat dan langsung menghampiri Rey dan Arkana yang sedang bermain gitar dan bernyanyi riang.
Singkat cerita, sampailah kami di Cikole untuk makan siang. Pegel banget coy di bis. Ketika turun dari bis, yang pertama gua cari adalah osp. Siang itu gua makan siang satu meja dengan Senda, Rey, Arkana, Zizou, dan kawan-kawan lainnya. Makan saing itu mungkin makan siang paling seru belakangan ini.
Setelah makan siang, kami ke Great Asia Afrika. ISINYA ORANG PACARAN SEMUA. Seperti biasa dan pastinya gua jalan sama Senda. Pada saat itu ga berhentinya gua menyesal membeli minuman yang overpriced tapi yasudahlah. Gua, Senda, Aqeela, Lia, dan Panji menikmati minuman sembari melihat pemandangan. Karena sudah capek, Gua dan Senda memilih untuk menuju ke daerah lobby, dan disana kita memakai kursi pijat. JOMPO BETUUUL.
Dan destinasi terakhir hari itu adalah Wisma Pos. Saat sampai disana, gua dapet kamar dengan 3 orang lainnya dari kelas gua. Disaat orang lain sibuk memilih-milih teman sekamar, gua sudah berserah diri mau sekamar dengan siapanya. Karena gua udah capek banget. Gua mandi dan ganti baju lanjut leyeh-leyeh dan juga beberapa kali gua ngecek kamar teman-teman gua. Setelah itu gua sholat maghrib dan siap siap untuk makan malam. Saat makan malam, gua shock liat Aldi kaya bapak-bapak banget, Arka kaya bocah ilang, dan Rey pake celana pendek warna ungu.
Makan malam selesai dan berlanjut ke acara malam keakraban angkatan 72. Harus gua akui bahwa acaranya memang seru walaupun disana posisinya gua sangat ngantuk dan capek. Gua sangat terhibur dengan Rey yang ngebawain lagu High and Dry by Radiohead dengan mic yang dipengan oleh Vino sarungan, drama yang dimainkan oleh Zafir yang membuat mata seger, atau lihat Arkand matahin kayu dengan sabuk hitam aikido dipinggangnya. Dan tidak lupa gua berfoto dengan teman sekelas gua, sebab tadi siang gua dimarahin nyokap hanya karena engga ikut foto kelas. Sirkelan mulu katanya!
Awalnya gua bertanya, lagi apa dan sekamar dengan siapa. Dia jawab lagi gitaran dan sedang sendiri. Gua langsung bertanya "boleh telp ga?" lalu dia jawab "mau cerita? boleh". Sayangnya, pada saat itu gua sakit perut dan udah tidak bisa ditahan lagi. Lantas gua bab dulu baru melanjutkan obrolan gua dan Rey melalui telepon. Gua telp Rey di lorong wisma, sebab roomates gua udah tidur semua. Saat ditelp, rasanya gua gapunya kata-kata. Seolah-olah mulut gua kaku tak bisa berucap. Ya pada awalnya gua cuman basa-basi engga jelas aja, mencoba mengalihkan pikiran. Tapi nyatanya engga ngaruh, gua masih nangis dan tak lekas tenang. Waktu berjalan lumayan lama. Di malam yang dingin itu, percakapan kami bisa membuat hati gua sangat hangat.
Paginya, gua bersiap lebih cepat dari teman-teman lainnya. Hari itu kita dijadwalkan untuk pergi ke 2 museum yang ada di Bandung. Yang pertama, museum Zoologi. Disana gua sama sekali tidak memperhatikan isi dari museum itu. Gua berjalan sendirian dengan uring-uringan, nyatanya kejadian semalam membuat gua selalu kepikiran sepanjang jalan. Entah apa yang ada di benak gua saat itu. Museum yang kedua, museum Konfrensi Asia Afrika. Mood gua mulai membaik, dan juga gua gasabar kesana karena setelah beberapa kali ke Bandung gua selalu gagal untuk berkunjung ke museum itu. Disana gua juga tidak memperhatikan isi dari museumnya, tapi setidaknya gua mengambil beberapa gambar bersama teman-teman.
Dan kami pun berangkat untuk makan siang di Ampera. Disana gua engga makan karena males. Yang gua ingat saat itu adalah Ridho yang kepedesan setengah mati karena sambelnya pedes banget. Dan juga disana gua disamperin keluarga gua. Rey ngechat, beliau mau minjem pb. Oh ya, Arka nyolong stroberi. Gila.
Next stop, toko oleh-oleh. Disini juga banyak banget yang terjadi. Dimulai dari gua nyari lato-lato, temen-temen gua yang nyari gelang, nyariin Rey yang mau ngembaliin pb, beberapa anak yang katanya ngerokok disekitaran parkiran, atau orang pacaran yang beberapa hari kemudian jadi buah bibir satu sekolah bahkan lintas sekolah.
Dan di toko oleh-oleh itulah gua berpisah dengan teman-teman gua. Yap, gua ngikut keluarga untuk stay di Bandung for one more day. Gua udah berkali-kali jalan-jalan, atau gua udah berkali-kali ke Bandung. Tapi kali ini, rasanya beda banget. Dan akhirnya, gua punya kenang-kenangan yang sangat indah di Bandung. 13 Januari menuju 14 Januari mungkin adalah malam yang engga pernah gua lupakan. Gua bersyukur banget bisa ke Bandung bareng teman-teman gua dan ya.. we make some great memories. Thank God! Thank u my fren!!!
Special thanks to Rey!! Makasih juga buat Senda, Zizou, Dinda, Arkana, Nikei, Adi, Dey, Kayla, Uji, Kanna, Ridho, Chio, Fattan, Alief, Septi, Devina, Lia, Aqeel, dan banyak yang gabisa gua sebutin satu-satu namanya.


.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
Komentar
Posting Komentar