Januari Ngelantur
Hari ini hari Kamis tanggal 11 Januari 2024. Hal yang gua takutin pun sudah mulai perlahan terjadi. Semenjak akhir tahun 2023, gua punya feeling kalau bulan Januari akan chaos dan sangat melelahkan. Nyatanya gua belum ngelewatin bulan Januari setengahnya, tapi gua udh sangat kerasa cobaannya. Gua menganggap ini hal yang selalu terulang, dan mungkin yang sebelum-sebelumnya lebih parah. 11 hari di bulan Januari ini banyak yang sudah terjadi, menyenangkan atau bikin jengkel atau bikin sedih, semua ada.
Di tanggal 4 Januari gua berhasil nonton texpack. Itu adalah pertama kalinya gua nonton gigs, lokasi acaranya ada di GPS unpak. Gua lumayan terpukau dengan band-band yang tampil dan juga para penonton yang hadir. Disana gua ngerasa kaya gua dikepung para anak skena bogor hehehe. Gua nonton texpack dengan sangat sumringah. Disana texpack membawakan beberapa lagu yang jarang mereka bawakan, dan fyi acara ini adalah panggung pertama texpack di 2024. Sebenarnya di hari itu perasaan gua seneng dan juga sebel. Sebelum gua benar-benar pulang, gua membeli pancong dulu di depan unpak, karena gua baru sadar kalo gua belum makan apapun hari itu. Setelah itu gua pulang naik angkot 06 yang ngetemnya lama banget gila.
Dalam sebelas hari ini entah berapa kali gua harus menahan emosi gua dan juga sering kali meluapkan emosi gua yang udah keburu terbakar. Gua mempertanyakan banyak hal. Dan yang selalu terjadi pada diri gua, yaitu gua selalu bingung. Gua selalu bingung gua harus bersikap apa dan bagaimana gua bereaksi, bagaimana gua bertindak, bagaimana gua merespon. Gua mempertanyakan tentang diri gua sendiri, karena nyatanya gua engga pernah merasa seperti ini. Banyak orang marah, banyak orang komplain, dan gua juga orang. Banyak orang maunya saja dimengerti, tapi engga mau mengerti orang lain. Banyak orang engga tau cara memperlakukan orang lain. Banyak orang engga bisa menjaga perasaan orang lain. Banyak orang engga tau apa-apa tentang apa yang sedang orang itu alami.
9 Juni 2024 nanti umur gua akan genap 16 tahun, dan gua merasa banyak perubahan dalam diri gua untuk 2 tahun kebelakang ini. Sayangnya, banyak perubahan buruk dari diri gua. Gua bertanya-tanya dimana diri gua yang dulu bisa bodoamat dengan hal-hal yang engga penting, dimana diri gua yang tegas itu, dimana diri gua yang berprinsip itu. Entah kemana dia hilang. Gua engga bisa menyalahkan siapa-siapa. Gua engga bisa nyalahin diri gua sendiri, gua engga bisa nyalahin lingkungan gua. Alhasil gua mengaggap kalau ini semua adalah suatu hal yang normal terjadi pada anak yang baru beradaptasi dengan lingkungan baru.
15 sampai 19 Januari nanti akan diselenggarakan program sekolah yaitu homestay, semacam KKN tapi versi super mini. Gua engga dibolehin ikut, dan gua satu satunya orang yang engga ikut dari satu angkatan. Gua engga masalah kalau gua engga ikut. Tapi gua sangat masalah dengan orang orang yang akan menanyakan gua kenapa gua engga ikut dan seolah-olah pendapat mereka paling benar. Sampai saat blog ini ditulis, gua belum tau konsekuensi apa yang akan gua terima karena engga ikut homestay. Gua belum tau apakah nilai gua bakal kosong aja atau gua bakal dapet tugas. Entahlah, siapa yang peduli? dan sepertinya sekarang gua sudah mulai malas berteman dan bergaul.
Akhirnya pembahasan meleber kemana-mana. Sekarang gua engga seyakin itu untuk masa depan gua. Sangat banyak cita-cita dan mimpi gua yang terancam tidak bisa terwujud, dan gua udah sadar dari sekarang. Gua engga punya gambaran bagaimana keadaan nanti. Gua banyak berpikir opsi-opsi lain untuk nanti. Karena sebenarnya hidup itu pilihan, kita engga bisa dapetin semuanya di dunia ini.
Punya 3 masalah sekaligus dalam waktu yang bersamaan itu biasa, gua dulu mungkin bisa lebih banyak. Tapi kok rasanya sekarang gua menyikapinya sangat berbeda ya? Gua merasa banyak hal yang terjadi sekarang-sekarang ini, dan gua pun bingung.
Gua engga pernah benar-benar tau jalan keluarnya, gua cuman bisa ngejalanin sampai selesai. Gua mau say thanks buat Hindia yang lagu-lagunya selalu menemani gua di masa-masa seperti ini. Bukan hanya kali ini saja gua ngedengerin Hindia di masa-masa yang membingungkan ini. Sebelum-sebelumnya gua sangat sering mendengarkan lagu Hindia yang berjudul Untuk Apa kalau sesuatu yang bikin nafsu untuk hidup gua ilang. Dan masih banyak sekali lagu-lagu Hindia yang menemani gua. Tapi untuk kali ini, gua ngedengerin lagu Hindia dari album keduanya yang berjudul Bayangkan Jika Kita Tidak Menyerah. Lagu yang menurut gua sangat bagus untuk yang pengen nguat-nguatin diri yang sebenernya belum tentu kuat. Dari lagu ini gua mikir kalau gua perlu jalanin aja ini semua, mungkin kalau gua ga nyerah bakal banyak hal-hal yang indah dan menyenangkan terjadi. I hope so... Apasih yang manusia bisa lakuin selain berusaha dan berharap dan berdoa?
Di bulan ini juga OSIS gua menyelenggarakan lomba-lomba untuk eksternal (anak SMP). Gua juga bingung harus bagaimana menyikapi hal tersebut. Karena acaranya benar-benar belum terlalu tergambar. Tapi apapun itu, gua akan berusaha memenuhi tanggung jawab gua.
Gua memang pribadi yang suka mengeluh. Gua akan belajar untuk tidak banyak mengeluh kedepannya. Yang bisa gua andalkan adalah diri gua sendiri. Thats my bold statement. Nantinya gua akan membaca tulisan ini mungkin dengan miris atau lucu karena lebay ya? atau mungkin sebel?
Bogor, 11 Januari 2024
Komentar
Posting Komentar